Kalian punya mimpi? atau kalian pernah punya mimpi, keinginan, cita-cita?
Saat masih anak-anak, kita pasti akan saling berebut untuk menyebutkan mimpi-mimpi kita. Ya, anak kecil cenderung memiliki banyak mimpi. Pilot, dokter, guru, polisi, astronot, dan masih banyak lainnya. Bahkan sebenarnya saat itu kita tak tahu pasti seperti apa pekerjaan yang akan dilakukan nanti. Sebagian hanya akan mengatakan 'itu keren', 'aku ingin seperti ayah', aku ingin seperti ibu', 'supaya bisa menangkap semua penjahat di dunia ini'.
Tapi semakin dewasa, kita sadar bahwa untuk meraih mimpi-mimpi tersebut butuh perjuangan yang tak bisa dibilang mudah. Dan tak sedikit dari kita yang justru harus melepas mimpi itu karena beberapa alasan atau suatu keadaan. Dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat berpengaruh dalam meraihnya.
Aku pernah punya mimpi. Dari kecil mimpiku ini selalu saja berubah-ubah. Saat duduk di sekolah dasar aku ingin menjadi guru, itu karena aku melihat guruku mengajar di depan kelas. Aku merasa guruku yang paling mengetahui segalanya dan bisa berbagi ilmu dengan semua orang. Kemudian saat menengah pertama, mimpiku berganti menjadi seorang penulis, itu karena hobiku yang suka membaca. Tapi ketika SMA, entah mengapa aku merasa tidak ingin menjadi apa-apa. Aku kehilangan kepercayaan diri. Aku merasa semua orang lebih hebat dariku. Mereka bisa melakukan apapun yang bisa aku lakukan. Dan saat itu dimataku guru tak lagi menjadi orang yang bisa menjadi panutanku. Kalian tahu apa yang lebih menyedihkan dari orang yang tak bisa meraih mimpinya? Tak punya mimpi. Ya, itu sangat menyedihkan. Orang yang tidak mengetahui apa yang menjadi keahliannya, itu lebih menyedihkan, menakutkan. Karena jika kita sendiri tak tahu keahlian kita, bagaimana orang lain bisa?
Dan sekarang, setelah aku tak lagi bisa dibilang remaja, aku tak lagi memikirkan mimpi. Aku memutuskan untuk menghadapi apapun yang ada dihadapanku sekarang. Kenyataan. Itu yang sering mereka bilang. Mungkin suatu saat aku akan tahu apa yang sebenarnya aku inginkan, suatu saat, bukan sekarang.
What's your dream? 😊

Comments
Post a Comment